Untuk kulit berminyak, berjerawat, beruntusan, dan kusam.
AHA atau Alpha Hydroxy Acids sendiri ada 5 jenis yang sering muncul di daftar bahan skin care yaitu; glycolic, lactic, malic, citric, dan tartaric acid. Yang paling sering digunakan yaitu Glycolic Acid. Jadi kalau dalam daftar komposisi skin care ada Glycolic acid-nya berarti AHA. Nah kalau BHA atau Beta Hydroxy Acid hanya ada satu jenis yaitu salicylic acid. Sedangkan PHA (Polyhydroxy Acids) mirip dengan AHA. Jadi kita fokus pada perbedaan antara AHA dan BHA ya.
Produk-produk di pasaran yang mengandung BHA di antara lain adalah: DHC Salicylic Acne Toner, Hada Labo Tamagohada, Paula’s Choice Skin Perfecting 1% BHA Gel Exfoliant, Paula’s Choice Skin Perfecting 2% BHA Lotion Exfoliant, First Aid Beauty Skin Rescue Blemish Patrol Pads dan Clearasil Ultra Rapid Action Pad.
Produk AHA dan BHA memang akan membuat kulit kita halus, mengurangi tanda kerusakan akibat sinar matahari, meratakan warna kulit, mengangkat kotoran yang menyumbat pori, membuat kulit jadi kenyal dan sehat.
Kulit aku cenderung kering dan sensitif tapi berminyak di T-zone dan komedo. Berdasarkan riset aku dari Om Google, untuk kulit kering sebaiknya menggunakan AHA, atau digunakan bergantian dengan BHA tapi intensitasnya lebih diperbanyak AHA. Misal pakai AHA 5 hari, lalu BHA 1-2 kali dalam seminggu. Kalau kulit berminyak sebaliknya, yang diperbanyak BHA-nya, jadi AHA cukup 1-2 kali dalam seminggu.
Katanya sih pemakaian AHA dan BHA gak boleh ditumpuk, jadi kalau masalahnya kombinasi flek dan jerawat, penggunaan AHA dan BHA selang seling aja. Tapi itu tentu saja berdasarkan reaksi kulit masing-masing ya, kita emang kudu riset sendiri.
Setelah pemakaian satu bulan ini aku cocok pake AHA ataupun BHA, bedanya kadang emang kerasa kulit jadi kering kalau pake AHA, jadi harus ekstra hidrasinya. Sedangkan kalau BHA kok ngerasa pori-pori jadi agak besar trus agak menghitam tapi setelah cleansing jadi normal. Apalagi kalau pake Pixi overnight serum, langsung mengecil deh pori-porinya.
Trus PHA gimana tadi? PHA sifatnya sama seperti AHA, hanya saja struktur molekulnya lebih besar menyebabkan penetrasi ke dalam kulit lebih lambat, tapi hal ini juga membuat kemungkinan menyebabkan iritasi lebih kecil. Efektifitasnya bisa dibilang hampir sama ama AHA, tapi lebih “mild” dan “lambat”. Bisa dibilang AHA mungkin sedikit lebih baik dari PHA kalau bicara hasil dan waktu.
1. Hada Labo Ultimate Whitening Face Wash
Sekilas, isinya mirip sama kayak sabun muka biasa. Warnanya putih gitu, terus kalau dikasih air langsung berbusa, tapi yang bikin gue suka banget cuci muka pake face wash ini adalah pas dituangin ke tangan, nggak ada wangi-wangian aneh sama sekali. Lebih cenderung ke bau mirip susu. Karena produk ini emang bebas dari parfum. Jadi, cocok banget digunakan buat orang yang punya kulit sensitif.
Pakenya juga nggak usah banyak-banyak, karena pas kena air, busanya lumayan banyak. Meskipun busanya banyak, gue yakin nggak mengandung deterjen sih. Kalau ada deterjennya, kulit pasti jadi kasar. Kalau ini jadinya nggak kasar. Jadinya lembut banget sehabis dibilas, soalnya ada kandungan Hyaluronic Acid yang dipercaya bisa melembapkan wajah. Jika digunakan secara rutin, lama-lama wajah juga bisa jadi cerah, karena face wash ini juga mengandung arbutin dan whitening extract.
Harga: 25 ribu – 30 ribu (100 gram)
2. Hada Labo Ultimate Whitening Lotion
Ada dokter kulit yang bilang kalau kulit berminyak itu udah nggak butuh pelembap. Kalau ada yang bilang pelembap itu harus digunakan oleh semua jenis kulit, itu cuma mitos. Masa udah punya kadar minyak berlebih, tapi harus pake pelembap lagi. Yang ada, kulit malah makin berminyak. Bikin kotoran gampang nempel dan akhirnya jadi jerawatan.
Masuk akal juga, sih, karena ketika gue sok-sokan pake pelembap, kulit muka gue malah jadi jerawatan. Tapi, kalau nggak pake apa-apa di muka sebelum makeup, rasanya jadi kurang afdol. Akhirnya, gue pake Hada Labo Ultimate Whitening Lotion ini, karena beda sama pelembap.
Isinya cair banget, kayak air putih, tapi warnanya agak keruh. Tuangin dua sampe tiga tetes di tangan, terus ditepuk-tepukin ke muka. Harus tunggu beberapa menit sih, baru bisa meresap di kulit. Abis itu baru bisa makeup-an. Seharusnya sih, abis pake ini pake yang Hada Labo Ultimate Whitening Milk (yang berfungsi sebagai pelembap). Tapi, gue nggak terlalu cocok pake itu. Terlalu berat di wajah dan bikin kulit makin berminyak. Jadi gue skip bagian itu.
Kandungan yang terdapat di dalamnya mirip kayak Hada Labo Ultimate Whitening Face Wash. Jadi emang berfungsi buat mencerahkan dan melembapkan wajah tanpa bikin wajah makin berminyak. Bonusnya adalah kulit wajah makin lama terasa kenyal dan lembut.
Denger-denger sih, karena nggak pake parfum dan bahan aneh lainnya, produk ini aman digunakan buat perempuan hamil. Bisa diolesin di perut dan bisa memudarkan stretch mark. Itu sih kata mbak-mbak SPG Hada Labo di Hypermart. Gue nggak tau kenapa dia jelasin hal ini ke gue. Mungkin muka gue mirip kayak mesin USG di rumah sakit bersalin.
Harga: Rp 30 ribu – 40 ribu (100 ml)
3. Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Face Wash
Kalau Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Face Wash ini sebenarnya fungsinya mirip kayak Hada Labo Ultimate Whitening Face Wash. Baunya juga mirip-mirip. Tapi, kandungannya beda. Face wash ini mengandung AHA (Glycolic Acid) dan BHA (Salicylid Acid) yang mampu mengangkat lapisan kulit mati, kotoran dan minyak. Kulit jadi kayak di-peeling gitu, deh.
Meskipun fungsinya buat peeling, tapi face wash ini aman digunakan setiap hari. Karena, butiran scrub-nya nggak terlalu banyak dan kasar. Dipake tiap hari pun tetep berasa lembut. Dan bikin kulit halus kayak kulit telur. Sesuai banget sama namanya, ‘tamago’ (artinya telur dalam bahasa Jepang) dan ‘hada’ (artinya kulit dalam bahasa Jepang).
Lebih cocok dipake buat cuci muka di malam hari atau pas mau bersihin makeup. Jadi, di pagi hari pake yang Hada Labo Ultimate Whitening Face Wash, malamnya pake yang Hada Labo Tamagohada Mild Peeling Face Wash. Katanya sih, kulit itu beregenerasi setiap 28 hari sekali, tapi mengingat kita tinggal di Jakarta yang penuh dengan polusi udara, kayaknya nggak etis kalau harus mengharapkan regenerasi kulit yang cuma terjadi tiap 28 hari sekali itu. Supaya bisa peeling-an tiap hari tanpa bikin kulit tipis, face wash ini berguna banget buat kalian.
Harga: Rp 30 ribu – 40 ribu (100 gram)
4. Hada Labo Ultimate Anti Aging Lotion
Walaupun umur belum 30 tahun, tapi nggak ada salahnya buat pake anti aging. Inilah yang disebut investasi untuk mencegah penuaan dini. Gila, gue ngomongin investasi, seolah-olah gue ngerti banget soal perekonomian negara dan investasi gue ada di mana-mana. Gue merasa jadi wanita paling bijak di Indonesia.
Gue olesin lotion ini di muka sebelum tidur doang. Karena, kalau dipake di siang hari, di muka agak berat gimana gitu. Meskipun isinya cair juga kayak Hada Labo Ultimate Whitening Lotion yang gue pake di pagi hari itu. Tapi, agak berbeda, karena lotion ini agak kental. Cara pakenya juga sama aja sih. Tuang dua sampai tiga tetes di telapak tangan, terus ditepuk-tepukin di muka sampe menyerap di kulit.
Seharusnya, abis pake ini kalian bisa lanjut menggunakan Hada Labo Ultimate Whitening Milk (semacam pelembapnya). Tapi, kalau gue pake itu lagi, kulit muka gue bakal jadi makin berminyak. Jadi, sama kayak kasus sebelumnya. Gue pun skip bagian itu. Pake lotion-nya aja udah cukup banget menurut gue sih.
Pas diolesin, kulit langsung terasa lembut, kenyal, sekaligus kencang. Umur berasa lebih mudah. Kayak kembali ke zaman saat dikeluarkan dari rahim ibunda. Soalnya lotion ini mengandung kolagen, retinol, sekaligus Hyaluronic Acid. Nggak heran kalau kadang orang-orang mengira gue kayak anak kuliahan atau orang baru lulus kuliah. Mungkin juga itu karena kelakuan gue yang minus dari umur gue yang sesungguhnya.
Meskipun nggak mengandung parfum, tapi kayaknya lotion yang ini nggak boleh digunakan sama perempuan hamil, deh. Karena, setau gue kalau lagi hamil itu nggak boleh pake anti aging atau perawatan apa pun yang mengandung retinol. Bahan kayak begitu bisa berbahaya banget buat janin dalam kandungan. Sotoy banget, ya, gue! Kayak pernah hamil aja lo, Ung!
Harga: Rp 40 ribu – 50 ribu (100 ml)
***
Dari keempat varian tersebut yang udah rutin gue pake, gue pun mengambil beberapa kesimpulan.
Plus:
(+) Packaging-nya bagus.
(+) Ada juga versi kecilnya buat traveling.
(+) Nggak pake parfum. Emang seharusnya produk kecantikan yang bener itu nggak usah pake parfum, karena emang nggak ada gunanya untuk perawatan.
(+) Lama habisnya. Kalau face wash yang biru tua itu dipake di pagi hari doang dan cuma dipake sama satu orang, habisnya bisa dua bulanan. Begitu juga yang buat peeling itu.
(+) Lotion-nya bisa bertahan 4 – 6 bulan. Kadang saking bosannya, biar cepat habis, gue pakein di tangan or kaki.
(+) Hasilnya langsung kelihatan. Lembut dan kenyal.
(+) Harganya masih wajar.
Minus:
(-) Harganya suka berubah-ubah. Kadang suka diskon gede-gedean, kadang mahal. Tergantung tempat jualan juga.
(-) Belum ada di setiap tempat. Kadang masih susah dicari. Setau gue sih cuma ada di Guardian atau Hypermart. Kadang suka random muncul di Indomaret, tapi variannya nggak lengkap.
(-) Buat mencerahkan wajah dan menghilangkan noda di wajah, memang butuh kesabaran. Karena produknya emang terbuat dari bahan yang bener. Coba kalau langsung putih pucat dalam waktu dua hari, berarti produknya perlu dicurigai.
4 Bahan Skincare untuk Jerawat
1. Benzoyl peroxide
Tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan bahan aktif yang satu ini. Benzoyl peroxide adalah bahan aktif yang paling banyak digunakan produk-produk over-the-counter untuk menangani jerawat. Biasanya, kandungan benzoyl peroxide yang ada pada produk OTC berkisar antara 2,5 % hingga 10 %. Benzoyl peroxide memiliki sifat anti-bacterial yang berfungsi membunuh bakteri p.acnes, mengurangi kadar minyak, dan menghilangkan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori.
Karena penggunaan benzoyl peroxide bisa membuat kulit kering dan mengelupas, untuk kamu yang ingin mencoba dianjurkan memakai dari persentase yang paling rendah terlebih dahulu. Kalau memang cocok silakan dilanjutkan, kalau merasa kurang ampuh bisa secara bertahap mencoba persentase yang lebih tinggi. Jangan lupa lakukan patch test terlebih dahulu untuk menghindari iritasi pada seluruh wajah.
2. Salicylic acid
Juga dikenal sebagai BHA (beta hydroxy acid), “teman baik” benzoyl peroxide yang memiliki fungsi anti-irritant dan anti-inflammatory. Salicylic acid juga banyak digunakan pada produk-produk OTC dan terkenal akan kemampuannya yang mampu membersihkan pori-pori hingga ke dalam. Ini membuat salicylic acid juga cocok menangani dua masalah yang nggak jauh-jauh dari jerawat, yaitu komedo dan kemerahan.
Cara kerja salicylic acid adalah memperlambat kerontokan sel kulit mati sehingga mereka tidak menumpuk dan menyumbat folikel. Pada produk facial wash, biasanya kandungan salicylic yang ada hanya sekitar 0,5 % dan maksimal 2 % untuk toner atau lotion untuk bantuan eksfoliasi yang lebih maksimal.
Jenis-jenis AHA yang paling banyak ditemukan adalah glycolic acid dan lactic acid. Berbeda dengan BHA yang bekerja di dalam pori, AHA merontokkan sel kulit mati di permukaan kulit dan menstimulasi pertumbuhan sel kulit baru yang lebih halus dan sehat. AHA juga membantu memperbaiki tekstur kulit dan mencegah jerawat meninggalkan PIH (Post Inflammatory Hyperpigmentation).
Bila kamu belum pernah menggunakan produk AHA sebelumnya, start slow dan jangan langsung dipakai setiap hari. Beberapa obat jerawat memang bisa menimbulkan efek kemerahan dan rasa cekat-cekit, namun efek ini hanya terjadi sementara, sebagai proses adaptasi kulit pada produk. Kalau kulit terlihat memerah dan perih berminggu-minggu setelah pemakaian, hati-hati, bisa jadi kamu over-exfoliating atau memang kulitmu tidak cocok dengan AHA.
4. Sulfur
Sulfur sudah digunakan sebagai obat jerawat selama puluhan tahun. Saat saya berobat ke dokter kulit pun sabun muka yang diberikan mengandung sulfur. Ini karena sulfur mengandung drying agent yang bisa mengurangi sebum dan membunuh kuman penyebab jerawat.
Penggunaan sulfur direkomendasikan untuk pemilik kulit sensitif, karena sulfur terbukti memiliki formula yang lebih gentle dibanding tiga bahan yang saya sebutkan tadi. Sulfur juga membantu peradangan jerawat terjadi lebih cepat dan sedikit demi sedikit turut membasmi komedo, walau tidak se-efektif AHA dan BHA.
Nah, selain empat kandungan penting di atas, masih banyak juga bahan-bahan lain yang digunakan untuk mengatasi jerawat. Tea tree oil misalnya, yang mungkin tidak akan memberikan efek secepat produk yang berbahan dasar kimia, namun juga memiliki kemampuan anti-bacterial yang bagus untuk jerawat. Ada juga tretinoin, obat jerawat paling “keras” yang umumnya diresepkan dokter untuk jerawat hormonal atau kasus breakout yang parah.
Kandungan apapun yang kamu coba, wajib diingat untuk menggunakannya dalam taraf yang cukup, tidak kurang dan tidak lebih. Jangan sampai produk skincare untuk jerawat yang kamu gunakan malah backfire dan menimbulkan problem baru hanya karena kamu memakainya dengan cara yang salah. It takes time for products to show the results on your skin, so be patience and never, ever abuse your skin with harsh ingredients all at once.
5 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat
lima hal yang bisa membantu menghilangkan bekas jerawat lebih cepat:
1. Tangani dengan cepat
Semakin cepat kamu menangani bekas jerawat, semakin cepat pula bekasnya akan hilang. Jerawat mungkin bisa hilang hanya dalam hitungan hari, tapi bekasnya terkadang butuh waktu pemulihan berbulan-bulan, bahkan setahun lebih kalau memang kasusnya parah. Selain itu, cekatan menangani bekas jerawat juga bisa mencegahnya PIH-nya merusak kulit lebih dalam dan mempercepat proses pemulihan.
2. Gunakan produk dengan kandungan yang tepat
Vitamin C dan retinol merupakan kandungan yang sudah dikenal ampuh untuk membantu menyamarkan bekas jerawat yang kemerahan. Saat ini, sudah banyak produk-produk yang dijual di pasaran yang mengandung dua bahan ini, jadi pastikan kalau kamu mau menggunakan over-the-counter products, carilah produk yang mengandung dua bahan ini. Ada juga yang disebut dengan tretinoin, yaitu bahan aktif yang merupakan derivatif dari vitamin A. Yang sudah “langganan” ke dokter kulit pasti sudah familiar dengan tretinoin, karena ini adalah pengobatan topikal paling umum yang diresepkan oleh dokter.
3. Eksfoliasi dengan BHA
Para pembaca Female Daily tentunya sudah tahu kalau BHA (Beta Hydroxy Acid) adalah kandungan senyawa kimia yang sangat baik untuk mencerahkan kulit wajah. Eksfoliasi rutin dengan BHA itu penting karena produk yang mengandung BHA bisa membersihkan pori-pori dan memiliki fungsi anti-inflamasi yang membantu mengurangi bekas jerawat yang kemerahan. Untuk tahu lebih banyak tentang produk-produk BHA beserta fungsinya, kamu bisa membaca artikel 5 Rekomendasi Acid Toner untuk Kulit Wajah Lebih Cerah dan 5 Hal Wajib Kamu Perhatikan Saat Memilih Acid Toner
4. Lakukan tindakan medis
Kamu bisa konsultasi ke dokter kulit untuk melakukan tindakan medis seperti chemical peeling atau laser. Beberapa metode lain yang populer adalah v-beam, fractional laser, microdermabrasion, IPL (Intense Pulsed Light), dermal fillers, dan masih banyak lagi. Tindakan-tindakan seperti ini tentunya merogoh kocek yang lebih dalam, karena itu pastikan kamu konsultasi dengan dokter yang tepat. Jangan malu untuk bertanya tentang prosedur, downtime, dan bagaimana cara merawat kulit pasca-tindakan. Biasanya, perlu beberapa kali tindakan medis sebelum bekas jerawatmu betul-betul memudar atau bahkan hilang sepenuhnya. Kalau mau tahu info lebih lengkapnya, bisa kok main-main ke thread Laser Photorejuvenation/Intense Pulsed Light (IPL) di Female Daily Forum.
5. Pakai sunscreen
Sudah capek-capek pakai produk ini itu dan mengeluarkan biaya banyak untuk laser, kalau ujung-ujungnya tidak dijaga dari sinar matahari hasilnya tidak akan maksimal. Jika kamu rutin melakukan eksfoliasi atau peeling, maka kulitmu akan lebih sensitif terhadap sinar UV dan rentan terhadap munculnya sun spots. Karena itu, selalu gunakan sunscreen, setidaknya dengan SPF 30, supaya healing process kulitmu berjalan lebih cepat dan tidak terganggu oleh paparan sinar UV.





